Fotografi, HDR, Nature

Belajar HDR: Perbedaan Proses Dan Metode Olahan Pada Photomatix

HDR Jatiluwih 1

Sesuai dengan tujuan awal saya menggunakan teknik HDR dalam memotret, yakni untuk dapat menampilkan seluruh rentang dinamis pada rangkaian foto yang diambil agar mendekati yang nampak oleh mata sebagai kamera super pemberian Tuhan dengan rentang dinamis yang sangat besar. Dengan demikian diperoleh bagian terang dan gelap pada foto yang dapat terekspos dengan baik, tidak ada yang terlalu terang atau terlalu gelap kecuali memang bendanya berwarna gelap. Juga tidak diinginkan adanya warna yang tidak nampak alami dalam hasil akhir olahan HDR.

Referensi tentang HDR sebelumnya di blog ini:

Aplikasi HDR di Bromo

Pengaturan kamera

Tip singkat

Uji coba

Photomatix

HDR Jatiluwih 2

Nah foto yang diambil untuk bahan olahan kali ini memang ditujukan untuk teknik HDR, yakni dengan bagian atas  secara langsung menghadap ke matahari yang baru mulai terbit sehingga flare tak terhindarkan; disisi lain pada bagian bawah merupakan rumpun padi di sawah dan sisi dinding tebing dengan rerumputan; juga ada dedaunan di kiri dan kanan frame.  Secara normal bila kita mengambil eksposur baik di atas, matahari terlihat baik, maka padi dan tebing akan menjadi gelap (under-exposure). Sebaliknya bila tebing terekspos dengan baik maka matahari dibagian atas akan sangat terang (over exposure).   Pengambilan foto dengan lensa 24-70/2.8 pada 24mm; dengan base ISO 100 dan normal eksposur dihitung pada 1/15 detik, f/16. Foto dengan bracketing sebanyak 7 frame, masing-masing 3 frame +/- 1 stop dari normal.

HDR Jatiluwih 3

Kali ini yang ingin dilihat adalah perbedaan pada berbagai cara pengolahan pada Photomatix untuk mendapatkan hasil yang diinginkan sesuai kriteria di atas, meliputi:

–  Process: Tonemapping, Method: Detail Enhancer ==> Foto kesatu

– Process: Tonemapping, Method: Tone Compressor ==> Foto kedua

– Process: Exposure Fusion, Method: Fusion/Natural ==> Foto ketiga

Detail proses tidak saya catat satu persatu, namun yang pasti sambil belajar saya baca satu-persatu tujuan slider-slider yang ada, dan digeser-geser dengan tujuan akhir diatas: foto masih tampak natural, tidak kehilangan highlight dan tidak kehilangan shadow, warna sedapat mungkin mendekati realita. Mana yang bagus pada hasil akhirnya sangat tergantung selera.

Beberapa hari setelah mengolah ketiga hasil di atas, saya coba mengolah lagi dan hasil yang diperoleh sedikit berbeda. Sebabnya adalah saat mencapai hasil yang diinginkan saat sebelumnya tidak disimpan sebagai preset yang bisa digunakan ulang dengan sekali klik saja, ini pelajaran untuk lain kali.

Silahkan kalau ada masukan ….

Standard

One thought on “Belajar HDR: Perbedaan Proses Dan Metode Olahan Pada Photomatix

  1. Pingback: HDR Lagi: Menggunakan HDR Efex Pro Dari Nik Software | Inilah Aku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s