Naga Banda

Naga Banda

Selain lembu hitam sebagaimana yang disaksikan dalam prosesi di Ubud, bisa juga digunakan dalam warna lain; atau kremasi menggunakan sarana wadah berbentuk hewan lain seperti singa bersayap, gajah mina dan babi bertanduk sesuai dengan kedudukan almarhum.  Namun bentuk Naga Banda adalah suatu kekhususan bagi para keturunan raja saja.

Dalam prosesi Palebon Agung Tjokorde Ngurah Wim Sukawati juga terdapat Naga banda, meskipun tidak digunakan sebagai tempat meletakkan jenazah pada saat proses kremasi berlangsung. Namun demikian Naga Banda dibakar bersamaan dengan Lembu Cemeng (Lembu Hitam) yang digunakan sebagai wadah jenazah almarhum.

Prosesi Palebon Agung di Ubud ini sebagian besar dilakukan dalam keadaan hujan lebat yangmendadak  melanda kawasan Ubud setelah cukup lama kering. Namun demikian hal tersebut tidak menyurutkan semangat masyarakat yang berpartisipasi membawa Lembu, Naga Banda, Bade dan lainnya. Semua tetap semangat mengusung ornamen yang sangat besar dan berat itu.

Foto ini merupakan salah satu foto yang saya sertakan dalam Garuda Indonesia Photo Contest – World Series 2013. Salah satu kompetisi terbesar di Indonesia, dengan lebih dari 18.000 peserta dan lebih 60.000 foto yang disertakan.

Belajar Fotografi, Black & White

Naga Banda

Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s