Jakarta Sunset

Seringkali melihat sunset dengan matahari kemerahan dan bundaran matahari bulat sampai pada saat tenggelam di ufuk barat di dalam kota Jakarta, oleh sebab itu tergerak juga untuk dapat membuat foto sunset dalam kota secara baik. Salah satu yang diniatkan adalah membuat foto HDR dari turunnya matahari di Jakarta, untuk dapat mencapai tujuan-tujuan berikut:

  • Mendapatkan exposure yang tepat untuk bulatan matahari yang besar pada saat sunset. Dengan demikian akan tergambar sebagai bulatan utuh yang tidak kehilangan highlight detail disana, tidak over exposure.
  • Mendapatkan exposure yang baik untuk bagian seputar matahari, meliputi pendar-pendar sekelilingnya dan juga awan.  Juga agar bagian ini tidak overexposure, tetap memiliki detail utuh.
  • Bagian bawah yang merupakan bangunan metropolitan tidak kehilangan detail ataupun menjadi gelap, meskipun memiliki perbedaan exposure yang cukup jauh dengan matahari.

Mengingat adanya faktor kompresi pada penggunaan lensa tele, maka agar seolah-olah matahari tidak jauh lokasinya foto dibuat dengan menggunakan panjang fokal (FL) 200mm.  Oleh sebab itu foto dibuat mengikuti langkah-langkah standar pemotretan standar HDR sebagai berikut: [lihat tulisan sebelumnya]

  1. Kamera ditaruh pada tripod dan ballhead yang relatif stabil dan dikunci agar tak bergerak selama pemotretan baik oleh beban kamera+lensa maupun akibat adanya angin.
  2. Pemotretan dilakukan dengan menggunakan remote shutter release (saya gunakan Phottix seri Cleon untuk kebutuhan sederhana dan cepat).
  3. Bracketing diatur otomatis dengan Auto Bracketing.
  4. Pengaturan fokus manual.
  5. Exposure berdasarkan pada Aperture Priority – “A” pada kamera Nikon yang digunakan.
  6. Exposure normal diambil terhadap bagian darat, berupa bangunan. Tidak menggunakan exposure normal pada langit.

Foto dengan exposure normal: ISO 100, 1/30, f/8 – sebanyak 9 bracket +/- @ 1EV. [Catatan: melihat hasil bracketing, 4 bracket under exposure masih menampilkan data detail yang berbeda signifikan, sedangkan dari 4 bracket over exposure cukup digunakan 2 saja dan selebihnya tidak ada perbedaan signifikan dari detail yang ingin direkam].

Pengolahan dilakukan pada Photomatix Pro, menggunakan Tone Mapping – Detail Enhancer. Pengaturan hanya minimal saja berdasarkan default yang ada, tidak dilakukan perubahan signifikan karena tujuannya mendapatkan warna yang baik dan exposure seimbang pada langit dan daratan. Selanjutnya olahan dilakukan pada Lightroom dan Photoshop.  Juga dicoba melakukan versi olahan pada HDR Pro dari Photoshop, tetapi melihat kesulitan juga dalam penentuan parameter standar olahan, dan hasil akhir yang relatif kurang memuaskan. Oleh sebab itu pengolahan versi ini tidak dilanjutkan, cukup sebagai pembanding saja.

Melihat hasilnya saya cukup puas dengan tampilan matahari dan langit, rasanya sudah merekam dengan baik apa yang nampak pada saat terjadinya dengan tidak melebihkan. Sedangkan bagian bawah, berupa daratan dengan gedung-gedung terasa sangat soft, entah karena fokus yang kurang tepat atau masalah backlit saja; akibatnya detail kurang nampak baik. Tetapi memang kalau dilihat dengan mata sebetulnya memang juga tidak nampak terlalu tajam, bisa disebabkan oleh kondisi udara di Jakarta juga. Mungkin suatu hari bisa diulang lagi pemotretan pada kondisi berbeda, mungkin pada saat frontlit sehingga detail terlihat. Namun secara garis besar dari 3 poin yang ingin dicapai di atas telah terakomodasi dalam foto akhir.

Mari terus berkarya.

Fotografi, HDR

Sunset Di Belantara Jakarta – Aplikasi HDR

Image

4 thoughts on “Sunset Di Belantara Jakarta – Aplikasi HDR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s