Pintu

Pintu (ISO100, 1/80, f/2.8 @50mm)

Gardu

Gardu (ISO 200, 1/1000, f/4 @17mm)

Cukup lama sudah saya menggunakan lensa zoom ini, Tamron SP 17-50/2.8 VC, untuk berbagai keperluan sehari-hari.  Boleh dikatakan untuk kurun waktu yang cukup lama si Tammy ini menjadi lensa utama yang sehari-hari ada di body kamera DSLR Nikon saya. Oh iya ini lensa untuk kamera dengan format APSC, untuk Nikon disebut body DX dengan crop factor 1.5; setara dengan zoom 26-75 mm pada kamera full frame.

Pertimbangan saat membeli lensa ini:

  • Masuk kategori zoom normal, sesuai untuk kegiatan sehari-hari. 
  • Bukaan terbesar tetap di 2.8; memudahkan untuk penggunaan dalam ruangan atau pada keadaan cahaya agak redup (low-light).
  • Harga yang hanya sepertiga dari lensa sepadan versi Nikon (17-55/2.8) dan hasil secara visual untuk kebutuhan sehari-hari tidak berbeda nyata.
  • Sudah dilengkapi dengan vibration reduction, semakin memudahkan untuk pemotretan dengan available light/low-light.
  • Jarak fokus minimum hanya 0.19m atau 19cm saja, sangat berguna untuk memotret makanan.

Pada prakteknya seluruh pertimbangan yang disebutkan di atas tercapai sesuai dengan harapan.  Satu-satunya kekurangan  yang terasa setelah lama adalah ring depan ukuran 72mm yang agak tanggung untuk filter-filter, terpaksa menggunakan step-up ke ring 77mm.

Masalah kecenderungan reproduksi warna, memang agak sulit untuk mengikuti lensa Nikon aslinya. Kalau tidak ya pasti harganya jadi mahal juga. Tapi toh ada banyak software yang bisa membantu mengatasi berbagai kelemahan tersebut, termasuk mengatasi chromatic aberration yang ada.

Contoh foto bisa dilihat di atas … dan ekstra di bawah dari jarak fokus minimum..

Jengkol

Jengkol (ISO 200, 1/100, f/5 @50mm)

Belajar Fotografi

Pertimbangan Menggunakan Lensa Tamron SP 17-50 mm F/2.8 XR Di II VC

Image

6 thoughts on “Pertimbangan Menggunakan Lensa Tamron SP 17-50 mm F/2.8 XR Di II VC

  1. Pingback: Dinding Dan Jendela Kusam | Inilah Aku

  2. Pingback: Solid Lock 60mm | Inilah Aku

  3. Pingback: Number 57 (Was Number 83) | Inilah Aku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s