Belajar Fotografi, Light Painting

Proses Belajar Lightpainting Outdoor Di Pantai Sawarna

Deburan ombak. Semilir angin berembus.

Langit berawan. Bulan cemerlang.

Itulah yang menjadi teman saat bermalam di tepi pantai, depan Batu Layar – Sawarna.  Nah banyaknya awan dan terangnya bulan menjadi komposisi yang paling mantap untuk menghalangi rencana membuat foto star trail, bintangnya sama sekali tidak nampak. Semoga hal ini menjadi pelajaran untuk lebih melihat kalender bulan kalau ingin buat star trail.

Tetapi keadaan begitu bukanlah halangan untuk mencoba melakukan lightpainting di alam terbuka, apalagi sebuah lightpainting tidak mensyaratkan keadaan gelap total.  Selama ini saya belajar lightpainting dari tutorial yang dibuat oleh Dave Black yang gayanya saya sukai. Nah ini sedikit gambaran proses pembuatannya.

Perlengkapan yang digunakan dalam lightpainting:

  • Kamera dengan selftimer dan bisa untuk slow exposure 30 detik dan bulb. Lebih baik bila kamera bisa menggunakan remote trigger. Kebetulan kamera DSLR yang dibawa cukup memadai untuk itu.
  • Remote trigger (wireless), yang trigger biasa sudah memadai. Lebih baik lagi bila bisa diatur waktu bukaan kameranya. Saya membawa remote Phottix Aion yang sangat memenuhi syarat.
  • Tripod dan ballhead yang baik. Hmm …. Enak banget melihat Ary yang berlatih menggunakan ballhead idaman.
  • Senter LED atau lainnya yang memiliki daya memadai (usahakan baterai cukup). Saya gunakan LED Lenser tipe 7 yang kecil jadi memang tidak banyak pilihan objek yang dapat disinari.

Beberapa pilihan untuk lightpainting di lokasi tersebut:

  • Batu layar di kejauhan beberapa puluh meter berupa dua batu besar di laut. Untuk peralatan dan tenaga yang ada pada malam itu jaraknya terlalu jauh.
  • Warung atau bale-bale yang ada … masih memungkinkan dicoba meski cukup besar ukurannya, tetapi dekat.
  • Beberapa pohon kecil dengan ranting yang menarik, ditambah dengan bangku didekatnya. Alternatif paling baik dan jadi sasaran utama percobaan latihan.

Pilihan berlatih jatuh pada pohon di tepi pantai beserta dengan bangku-bangku di dekatnya. Oleh sebab itu mulailah saya dengan persiapan awal, meliputi:

  1. Wireless trigger dipasang pada kamera melalui socket yang tersedia (10pin).
  2. Mengatur posisi kamera pada tripod, karena ada live view digunakan fasilitas live view dengan bantuan senter yang ada untuk mendapatkan frame yang dikehendaki.
  3. Kamera diset pada posisi kecepatan “Bulb”. Hal ini dikarenakan wireless trigger yang digunakan bisa mengatur waktu exposure yang dikehendaki.  Bila tidak, maka digunakan kecepatan paling lama yang ada, 30 detik. Gunakan pula fasilitas self timer beberapa detik agar setelah kita mentrigger masih bisa mempersiapkan hal lain, seperti mengambil senter, siap menyalakan dll.
  4. Selanjutnya dicoba untuk mendapatkan basic exposure yang mencukupi untuk keperluan lightpainting, dalam hal ini diusahakan agar kamera tidak sampai merekam jelas apa yang ingin ditampilkan, tetapi tidak sama sekali menolak cahaya alami seperti bulan, bintang ataupun lampu-lampu nelayan dan penerangan yang ada. Disini dicari komposisi waktu, bukaan, dan ISO yang tepat. Tidak ada pedoman khusus, yang penting frame cukup gelap sehingga tambahan cahaya dapat bermakna. Untuk itu saya mencoba berbagai pengaturan, mulai dari ISO sekitar 800 sampai lebih rendah lagi mengingat bulan cukup terang dan adanya cahaya dari warung.
  5. Saat sudah didapatkan yang dirasa optimal, maka ini yang digunakan sebagai dasar untuk memotret selanjutnya. [Untuk kondisi malam pemotretan saya mendapatkan ISO 200, f/11 dan 30 detik sudah memadai]. Lihat foto berikut:

Sawarna Blank

Selanjutnya dimulai proses memotret dengan lightpainting.

  1. Perlu diingat: Agar selalu mengupayakan agar arah cahaya selalu membentuk sudut terhadap lensa, jangan menyenter langsung dari arah lensa/kamera, dengan demikian hasilnya tidak nampak ‘flat’ karena cahaya yang ada nampak memberi bentuk pada objek.
  2. Juga sebaiknya memiliki metodologi untuk bisa menghitung lamanya penyinaran dan bagian-bagian yang sudah disinari secara sistematik, dengan demikian perpindahan proses menyenter bisa berlangsung lancar meliputi objek-objek yang diperlukan.  Usahakan agar tidak berulang menyinari bagian yang sama, terutama yang berpotensi untuk gerak (ranting, daun, orang dll). Dalam hal ini saya menghitung sampai delapan untuk tiap bagian pohon, batu, bangku.
  3. Sesuai catatan sebelumnya juga memanfaatkan self timer agar bisa memposisikan dan mempersiapkan diri dan alat-alat dengan baik sebelum shutter kamera diaktifkan oleh timer.
  4. Lakukan pengambilan foto berulang-ulang, namun pelajari hasil yang ada setiap selesai. Lihat area mana yang masih perlu diterangi (under exposure atau belum disenter), mana yang terlalu lama (over exposure), perhatikan tampilan arah cahaya, bayang yang terbentuk dll; dengan demikian makin lama makin lengkap dan makin baik foto yang dihasilkan.
  5. Jangan sampai masuk dalam ‘frame’ dengan kondisi lampu senter menyala dan tidak memakai ‘gobo’ untuk menghalangi arah sinar … akan nampak pada hasilnya … Matikan senter saat berpindah tempat agar tidak menambah jumlah cahaya secara tidak disengaja.
  6. Model yang ada diminta mengambil posisi nyaman dan tidak bergeak saat sedang disinari senter.
  7. Saat menyinari bidang luas dan arah miring sebaiknya senter tidak dalam keadaan menyala terus tetapi dimati-nyalakan agar cahaya yang terbentuk berbentuk denyut-denyut (flickr) … hasilnya akan lebih baik.
  8. Terus belajar.

Ini contoh setelah mulai diterangi:

Sawarna basic

Berikut pengembangan dengan menggunakan model: (dari posting sebelumnya)

Sawarna LP CEP

Posisi model agak riskan mudah gerak, apalagi kalau disinari lebih dari sekali. Dan memang hasilnya ada pergerakan kepala yang nampak cukup jelas.

Sawarna LP Color

Disini posisi model lebih nyaman, mengurangi potensi gerak.

Pengolahan hasil bisa dalam bentuk warna ataupun hitam putih .. post processing hanyalah pilihan. Lebih nampak alami akan lebih baik.

Standard

2 thoughts on “Proses Belajar Lightpainting Outdoor Di Pantai Sawarna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s