Situ Gunung HDR - Iksa Menajan

R O L

Ray Of Light

Simple when it is seen

But not too easy to explain

Just take the opportunity

To take photos of it

When you encounter one.

[Water Adventures 2013]

.

Sama dengan sebelumnya, foto HDR ini diambil dari 9 frame yang berbeda. Dengan catatan kali ini menggunakan focal length 14mm, sehingga bidang foto menjadi sangat luas, baik air, langit maupun daratan. Oleh sebab itu saya sajikan dalam postingan ini foto dalam versi utuh sesuai hasil kamera dan yang sudah di crop panoramic (ratio 2.39:1)

Proses HDR menggunakan Contrast Optimizer dari Photomatix Pro, tetap dari 9 frame (normal +/- 4 @1 stop) foto pagi hari di Situ Gunung. Foto yang digunakan sebagai dasar memiliki exposure sebagai berikut: ISO 100, f/11, 1/180 @14mm dari lensa 14-24mm, kamera full-frame dengan file RAW. Beberapa alasan pemilihan:

  • Zoom pada 14mm untuk mendapatkan bidang air dan langit yang luas, juga daratan yang panjang. Ini dapat digunakan untuk latihan mengurangi objek yang tidak penting dalam foto. Tapi bahasannya akan kita lakukan lain kali pada kesempatan yang lebih baik.
  • Bukaan rana pada f/11 merupakan sisi aman kamera yang digunakan, mencoba menghindari difraksi pada bukaan lebih kecil. Berdasarkan berbagai review yang dibaca, pada f/11 ini sudah merupakan batas maksimum untuk kamera yang digunakan, mungkin pada kamera lain bisa menggunakan f/11 dengan aman tanpa khawatir difraksi.
  • Jumlah frame tanpa alasan khusus, namun ini merupakan maksimum jumlah bracketing HDR secara otomatis dalam kamera yang digunakan.
  • ISO cukup menggunakan base ISO dari kamera, dalam hal ini ISO 100.
  • Kecepatan rana mengikuti metering kamera.
  • File RAW untuk memudahkan proses lanjutan.

Karena memotret untuk HDR umumnya tidakdilakukan secara reaktif, maka diperlukan beberapa pertimbangan misalnya dynamic range pada area yang akan difoto, mencari tempat yang bisa memotret dengan stabil dll. Sedikit catatan pengambilan foto:

  1. Menggunakan tripod dan ballhead yang kokoh, karena jangka pemotretan dapat mencapai waktu beberapa detik dalam frame tertentu.
  2. Menggunakan L-bracket agar mudah merubah orientasi kamera dari portrait ke landscape dan sebaliknya tanpa merubah posisi ballhead pada tripod.
  3. Menggunakan fasilitas auto bracketing, sebanyak 9 bracket (normal, +/- 4 x @1 stop).
  4. Menggunakan wireless remote sebagai triggeruntuk memastikan kamera sudah dalam keadaan stabil saat pemotretan.
  5. Memanfaatkan live view untuk mendapatkan fokus, setelah itu fokus dimanualkan agar tidak berubah.
  6. Basic exposure didasarkan pada hasil metering, pengaturan exposure secara manual.

Pengolahan foto menggunakan Photomatix Pro untuk mendapatkan HDR dengan proses Contrast Optimizer Tonemapping.  Pada dasarnya dua slider utama di usahakan maksimum: Strength dan Tone Compression; sedangkan lainnya dioptimumkan sesuai hasil yang dikehendaki. Selanjutnya finishing pada Photoshop.

Silahkan baca lebih lanjut mengenai HDR pada halaman ini dan pada hasil pencarian HDR di blog ini.

Situ Gunung HDR - Iksa Menajang

Belajar Fotografi, HDR

Ray Of Light At The Lake, Another Situ Gunung HDR

Another example of HDR photo and how to take the photos. Since HDR photo is not something done instaneously then preparation and thinking must accompany its making. Processing is done with Contrast Optimizer Tone Mapping dan finishing in Photoshop.

Image

5 thoughts on “Ray Of Light At The Lake, Another Situ Gunung HDR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s