Kerja Keras

Kerja Keras

Saat kembali dari Pasar Kenteng, di perjalanan saya melihat dua orang wanita (tua) dan seorang lelaki muda sedang bekerja sama mengangkut berbagai karung dan kotak-kotak belanjaan ke atas truk seperti ada di foto. Semula saya mengira bahwa si Ibu tua itu dibayar untuk memanggul barang ke atas truk.

Ternyata kemudian setelah semua usai, si ibu ini merapikan diri dan ternyata juga ikut naik truk dan duduk di muka, rupanya beliau adalah pemilik barang belanjaan tersebut.  Satu hal yang tak terduga sama sekali, bahwa beliau mau bekerja sendiri memanggul beban yang tidak ringan ke atas truk.  Saya tidak sempat mencari tahu alasan apa yang membuatnya begitu, tapi pesannya jelas sekali: kerja keras karena merasa memiliki.

Dari sisi teknis maupun lainnya saya rasa foto ini tidak prima, bahkan biasa saja bila saya tidak berkesempatan melihat lebih jauh apa yang terjadi selanjutnya.  Bagi saya pribadi, foto ini dengan cerita yang lebih lengkap memiliki nilai semangat yang sangat tinggi, jauh melebihi foto yang dibuat prima dengan teknis yang baik. [memang akan lebih baik bila foto prima dengan latar kuat]

Foto ini merupakan salah satu foto yang saya sertakan dalam Garuda Indonesia Photo Contest – World Series 2013. Salah satu kompetisi terbesar di Indonesia, dengan lebih dari 18.000 peserta dan lebih 60.000 foto yang disertakan.

Belajar Fotografi, Black & White

Kerja Keras

Image

Lembu Sudah Siap

Salah satu kesempatan langka yang saya sempat saksikan adalah Palebon Agung, proses ngaben bagi para bangsawan, dalam hal ini terhadap Almarhum Tjokorde Ngurah Wim Sukawati. Beliau adalah putra dari Raja Ubud yang meninggal awal tahun 2013 dan pelaksaan puncak upacara Palebon Agung pada tanggal 14 Mei 2013 di Ubud.

Prosesi dimulai dari Puri Ubud, menuju tempat berlangsungnya kremasi. Selain dihadiri dan disaksikan oleh ribuan anggota keluarga, tamu keluarga dari pelosok dunia, dan masyarakat sekitar Ubud, juga terdapat begitu banyak turis domestik dan mancanegara. Untuk Lembu ini saja diangkat oleh ratusan masyarakat simpatisan, belum lagi Bade, Naga Banda, dan berbagai gamelan yang mengiringi prosesi.

Foto ini diambil di depan Puri Ubud, menjelang keberangkatan prosesi Palebon Agung, saat jenazah almarhum sudah dinaikkan ke atas Bade, yang menjulang sangat tinggi. Oh iya untuk memungkinkan lewatnya prosesi, listrik dan telpon seputar Ubud dimatikan sementara agar kabel-kabelnya tidak mengganggu jalannya prosesi.

Foto ini merupakan salah satu foto yang saya sertakan dalam Garuda Indonesia Photo Contest – World Series 2013. Salah satu kompetisi terbesar di Indonesia, dengan lebih dari 18.000 peserta dan lebih 60.000 foto yang disertakan.

Belajar Fotografi, Black & White, Street Photography

Lembu Sudah Siap

Image
Kitchen

Kitchen

Sisi lain, momen lain … kali ini hanya dengan satu orang yang bekerja …

Pawon ini memang menyenangkan untuk difoto.

Foto ini merupakan salah satu foto yang saya sertakan dalam Garuda Indonesia Photo Contest – World Series 2013. Salah satu kompetisi terbesar di Indonesia, dengan lebih dari 18.000 peserta dan lebih 60.000 foto yang disertakan.

Belajar Fotografi, Snapshot

Pawon …

Image
Refleksi Bade

Refleksi Bade

Sebuah Bade merupakan sarana yang digunakan dalam prosesi untuk membawa jenazah dari tempat kediaman almarhum menuju lokasi kremasi dalam tradisi Bali.  Untuk Palebon Agung almarhum Tjokorde Ngurah Wim Sukawati sesuai dengan kedudukannya sebagai putra Raja Ubud, digunakan Bade yang sangat megah, besar dan tinggi, sebuah desain yang hanya digunakan kalangan bangsawan.

Mengingat ukurannya yang sangat luar biasa,  maka jumlah masyarakat yang mengusung Bade dalam prosesi ini sangatlah banyak, juga bergerak dengan kecepatan tinggi karena momentum yang besar, meskipun setiap jarak tertentu perlu beristirahat. Juga melakukan gerakan berputar pada persimpangan (yang memungkinkan).

Pada foto di atas bade sudah berada pada lokasi kremasi dilakukan, tidak digunakan lagi, malahan digunakan oleh para pengunjung, turis dan fotografer untuk mendapatkan sudut pandang yang berbeda. Agak seram juga melihatnya, membayangkan bila konstruksi bambu tersebut tidak dapat menahan beban berat.

Foto ini merupakan salah satu foto yang saya sertakan dalam Garuda Indonesia Photo Contest – World Series 2013. Salah satu kompetisi terbesar di Indonesia, dengan lebih dari 18.000 peserta dan lebih 60.000 foto yang disertakan.

Belajar Fotografi, Black & White

Refleksi Sebuah Bade

Image
Pura Ulun Danu

Pura Ulun Danu

Pagi-pagi bangun untuk mendapatkan foto sejak menjelang matahari terbit sampai dengan keluarnya sang mentari adalah hal yang biasa bagi seorang penikmat fotografi landscape.  Termasuk saat menginap di tepian danau Bedugul, meskipun bersebelahan dengan lokasi Pura, tetap saja bangun pagi saat orang lain masih lelap itu sesuatu yang berat. Namun demikian tetaplah harus dikumpulkan semua perlengkapan dan berangkat memotret.

Salah satu fase yang menarik adalah saat matahari sudah mulai keluar dan turun kabut dari atas danau, sehingga memberi efek magis pada pagi hari. Ah … inilah yang membuat betah bangun pagi.

Foto ini merupakan salah satu foto yang saya sertakan dalam Garuda Indonesia Photo Contest – World Series 2013. Salah satu kompetisi terbesar di Indonesia, dengan lebih dari 18.000 peserta dan lebih 60.000 foto yang disertakan.

Belajar Fotografi, Landscape

Pura Ulun Danu – Matahari Terbit

Image
Ekspresi

Ekspresi

Dalam perjalanan dari lokasi parkir kendaraan kami menuju ke pasar tradisional di dusun Kenteng – Jogja, kami melewat cukup banyak pedagang kaki lima yang berjualan ditepi jalan depan rumah atau bangunan lain. Kadang sendiri, namun kadang juga berderet beberapa pedagang.

Salah satu yang menarik adalah sekumpulan pedagang yang ada di depan sebuah toko kecil dengan bangunan kayu yang menarik.  Memang awalnya saya tertarik dengan bangunan yang tampak sangat tradisional itu, dan cukup terpelihara. Kemudian terlihat juga bahwa cukup banyak interaksi di dalamnya, baik antar pedagang, maupun pedagang dengan pengunjung.

Hal-hal semacam ini yang menarik dalam berkunjung ke pasar-pasar tradisional, ataupun menengok ke berbagai kegiatan UKM.

Foto ini merupakan salah satu foto yang saya sertakan dalam Garuda Indonesia Photo Contest – World Series 2013. Salah satu kompetisi terbesar di Indonesia, dengan lebih dari 18.000 peserta dan lebih 60.000 foto yang disertakan.

Belajar Fotografi, Street Photography

Ekspresi Dan Interaksi

Image
Menunggu

Menunggu

Kios tepi jalan ini terletak dekat pasar Kenteng – Jogja, dan memang merupakan bangunan kayu yang sudah tak terlalu banyak ditemui lagi dalam kehidupan sehari-hari terutama di kota besar.  Jalan tempat kios ini berada juga dipakai oleh para pedagang kaki lima untuk berjualan, termasuk di depan kios juga.

Sang ibu berkebaya ini rupanya menunggui kiosnya dengan setia, meskipun hanya membuka sebagian pintu saja. Hm rupanya tidak diperlukan untuk membuka besar-besar, mungkin pembelinya sudah langganan semua, jadi akan tetap mampir tanpa perlu ditunjukkan isi dagangannya.

Saya sangat senang dengan gurat-gurat pada kayu yang menjadi pintu kios ini.

Foto ini merupakan salah satu foto yang saya sertakan dalam Garuda Indonesia Photo Contest – World Series 2013. Salah satu kompetisi terbesar di Indonesia, dengan lebih dari 18.000 peserta dan lebih 60.000 foto yang disertakan.

Belajar Fotografi, Street Photography

Menunggu

Image